RSS

Skripsi kualitatif dan kuantitatif

Critanya kamu udah ngajuin judul nih, tapinya dosen malah bilang “judulmu ini kualitatif, bah! mbok ya judulnya yang kuantitatif dong”. Trus, “iki judul kamu terlalu simpel, mbok ya ditambah permasalahannya”. Dan lain-lain. Ato sebaliknya.. Pernah ya dapat penolakan-penolakan dengan cara halus seperti itu? Pun padahal ini juga udah bersdasarkan permintaan mereka. Maka jadilah mengajukan judul dengan hitungan ke 6 – ke 7 – ke 8 dst.  Seperti membuat novel bersambung dengan karakter yang berbeda disetiap edisinya. !gila (baca : seru gila).

Ditengah-tengah bingung dengan penolakan-penolakan judul yang udah kita buat. Gak ada salahnya kan untuk sedikit mengetahui perbedaan kenapa gimananya judul kita bisa diterima ato bahkan ditolak. Untuk yang pengen ngajuin judul, syarat utama sebelum dibolehin kita ngajuin judul apa? Yang secara umumnya sih, lulus mata kuliah metopel (metodologi penelitian) minimal C. Trus kalo syarat minimal udah dipenuhi apalagi? Judul sesuai dengan apa yang kita suka, minimal kita ketahui. Oke, 2 syarat udah terpenuhi. Apalagi? Terakhir, ini penting banget.. Judul disesuaikan dengan peraturan kampus kamu. Ngerti y? Nti ku jelasin kug..

Syarat pertama :Lulus metopel?. Iya dong, ini kan landasan kita untuk nemuin judul. Banyak contoh skripsi ato TA dibahas disini, plus langkah-langkah penyelesaiannya.

Misal nih, ada contoh skripsi judulnya ttg pembuatan database pada perusahaan A. Jadi sebelum membuat database, kita kudu mendesainnya. Ada beberapa tahap mendesain database seperti Analisa Sistem Informasi yang sedang berjalan, Analisa Sistem Informasi yang diusulkan, desain tabel-tabel dengan DFD, Context Diagram, ERD, dll. Singkat cerita, tergambarlah bentuk database itu seperti apa. Disini, yang ditekankan hanya mengenai proses terbentuknya saja.

Syarat kedua : Dari sekian banyak mata kuliah dari semester 1 sampe sekarang, kamu tertariknya  yang mana satu?

Misal, kamu jurusan TI. Tertarik dengan salah satu materi dari matakuliah metode numerik. Ada beberapa diantaranya Iterasi, Newton-Raphson, Matriks, Regula-Falsi, dst. Kamu pengen yang tentang matriks? Silahken..

Syarat terakhir : Judul disesuaikan dengan peraturan yang berlaku dikampus. Istilahnya, g mungkin kan datang ke pesta ulang tahun teman dengan baju lecek (kecuali tema acara ulang tahun temen itu adalah’ lecek’, xixi).

Misal, kamu jurusan TI. Dan telah melakukan 2 syarat diatas dengan sungguh-sungguh, tinggal syarat 3.. Deg-deg. Dan peraturan dari kampus tentang  judul… istilahnya ‘bebas tapi sopan’. Maka jadilah judul tentang ‘perancangan program sederhana dengan hitungan matriks untuk membantu perusahaan dalam merencanakan perhitungan untung-rugi demi masa depan’. Ada 3 kata kunci dalam judul tersebut.

1. Teknologi = pembuatan aplikasi.

2. Ekonomi = untuk menghitung.

3. Matriks = rumus yang digunakan.

See?

So Simpel

Lah, jadi contoh itu kualitatif ato kuantitatif?  = Itu kualitatif.

Dari mana kita bisa tw kalo itu kualitatif ato kuantitatif? = Dari gambaran tentang skripsinya dung.

Ini bisa dibilang kualitatif karna banyakan comot teori sana-sini, juga g terlalu jauh survey lapangannya. Cukup tw alurnya. Skripsi udah bisa dijalankan. Beda dengan yang kuantitatif. Kalo yang kuantitatif itu lebih yang bersifat penelitian, yaa paling tidak cara yang paling simpelnya adalah dengan kuisioner. Ini penting, karna penelitian itu lebih melibatkan personal. Kenapa gak ketemu langsung? Kalo emang bisa kenapa gak? Dari pada ribet-ribet nyebarin kuisioner yang belum tentu ditanggapi, xixi.

Jadi udah tau ya beda tentang kualitatif dan kuantitatif untuk judul skripsi dan TA  mu?

Sukses =D

 
 

Buku Perguruan Tinggi Bermutu

Perguruan Tinggi Bermutu.

Buku bagus tentang Perguruan tinggi neh kayanya,

masih limited edition sih..

Udah ada yang punya?

share dunk.. :)

 
Leave a comment

Posted by on November 30, 2011 in Pendidikan

 

Jurusan ke-Dosen-an

Jurusan kedosenan study kasus PTM

Kamu yang masih mahasiswa ato yang pernah jadi mahasiswa pasti mengalami hal-hal yang sesuatu banget ya saat diajar oleh dosen dikelas, seperti bertemu dosen yang easy going (ajiib..), kaku (emang kita robot apa?)bahkan killer (begh.. ampun dech)
Perhatiin gak? Perhatiin aja ya? hehhe
Kepikiran gak kenapa ada dosen kaya gitu?
Sukur-sukur kalo kita punya hubungan yang ‘baik’ dengan dosen, sehingga kita di ‘spesial’ kan olehnya. Untuk beberapa kasus, kalo udah kaya gini “tu dosen gak adil banget seh?”
Kepikiran gak kenapa ada dosen yang kaya gitu?
Dll
Ditambah sendiri aja, gapapa kug..

Sempat curious gimana caranya biar bisa jadi dosen y?
Harus cari jurusan kemana ya biar gak jadi dosen yang nge-bete-in mahasiswanya?

Pelatihan..
Namanya pelatihan
Disana, para dosen yang mewakilkan PTM-PTP mengikuti pelatihan untuk lebih mengerti peran dan tanggung jawab mereka terhadap kampus dan mahasiswa tempat mereka mengajar. Perlu beberapa tahap untuk dapat mengerti semua informasi yang disampaikan pada pelatihan ini seperti misalnya pelatihan Pekerti, pelatihan AA, pelatihan ToT-AA, dan pelatihan Asesor BAN-PT
(NB : baru ini yang penulis ikuti dan ketahui).

So, siapa bilang jadi dosen itu gampang? Bahkan sulit?
Gak segampang dan sesulit yang kita kira bro..
Semua punya jalur, adanya pelatihan ini penting banget loh.. mengingat jumlah PTM yang ada diseluruh Indonesia nyaris mendekati angka 900 dibanding jumlah PTP yang hanya berjumlah puluhan, gak sampe 30 PTP. Salut buat PTM - PTM Indonesia yang berani mengambil resiko yang tidak sedikit dalam membangun dunia pendidikan yang berkompeten dan tak kalah saing dengan PTP yang memang sudah memiliki ‘sandaran’ dan ‘backup’ yang bagus.

Terlepas dari semua itu PTM ato PTP sama-sama telah melahirkan alumni-alumni yang handal dibidang masing-masing. Tak terkecuali peran para dosen yang tetap terus ditingkatkan demi mutu pendidikan Indonesia.

Keterangan :
AA singkatan dari Applied Aproach
ToT-AA singkatan dari Training of Trainers- Applied Aproach
Asesor BAN-PT singkatan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
PTS ato Perguruan Tinggi Swasta yang saat ini bealih nama menjadi PTM yang merupakan singkatan Perguruan Tinggi Masyarakat.
PTN singkatan dari Perguruan Tinggi Negeri en sekarang berubah nama menjadi PTP alias Perguruan Tinggi Pemerintah

 
Leave a comment

Posted by on November 25, 2011 in Pendidikan

 

Buat skripsi

Skripsi ni susah-susah gampang

BAnyak orang bilang.. “Kuliah tu gampang, yang sulit itu skripsinya”

Udaaah, napain pusing2 denger kata orang. Bikin ribet aja

Ada nih langkah-langkah skripsi untuk S1(TI, khususnya) dan S1 umumnya(paling beti2 laah)

Simpelnya kalo yang lagi skripsi tu rinciannya cam ni :

  1. Pengajuan judul
  2. Proposal Skripsi (setelah Pengajuan Judul keterima tentunya)
  3. Setelah Proposal Skripsi diterima, namanya berubah menjadi BAB I
  4. Kalo dah jadi BAB I, yuk lanjut BAB II
  5. BAB II, isinya teori dari sana sini n cari-cari bahan kesana kemari.
  6. BAB III, biasanya tentang profil tempat pengajuan skripsi n rancangan program yang akan kita buat nantinya
  7. BAB IV, implementasi program yang udah didesain pada bab III tadi.  Tiati.., desain program ma implementasi kudu match. Cape-cape kita buat ntar rupanya gak sama. Brabe deh
  8. BAB V, isinya kesimpulan n saran. Kesimpulan itu isinya kelebihan n kekurangan isi dari skripsi kita. Trakir saran, isinya untuk perbaikan kita/para pejuang skripsi setelah kita
  9. Oiya  minimal referensi untuk Skripsi biasanya 10/11 referensi(depend on each rulles)

Pada dasarnya seperti ini, tinggal semua tergantung dari kebijakan kampus  masing-masing

Segini dulu y

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2010 in skripsi

 

Do what you know to be Right

Apaan tuh artinya? cuci tangan sebelum makan yaa.. xixi. Bukan tauk, ini tuh semacam moto ato semangat motivasi dirilah. Walopun sebenarnya masih belum sempurna antara act dan will_nya, yaa minimal kite orang sudah punya semacam “identitas” di dunia internet. Secara kite orang gak hanya berpengaruh di dunia nyata, pun di dunia maya ikut andil dimana dia berperan sebagai “aplikasi tambahan”. Di dunia nyatanya, boleh jadi diri sendiri dan lingkungan secara fisik. Untuk dunia maya_nya, juga boleh jadi semua kita dalam beberapa situs. Tak heran, jika kite tak dapat koneksi live dengan yang bersangkutan? via situs pun jadi.. Ha, lepas dah..

Ingat masa-masa sekolah dulu.  Do happy and sad together for a while with all of each province friends from in this country, so sweet kan?.. Saat tu masa-masa ai suke read majalah, ntah ya teman yang lain. Majalah ini dibeli, majalah itu dibeli. ‘Eh majalah yang ini ada berita tentang do’i, huhhui..’ beli lagi dech. Isinya ada tentang fashion, tips and trik, cerpen, puisi, lagu, yah dari A-Z kumplit. Ada beberapa yang sanggup diaplikasikan, tapi ada juga yang nggak. Ntah gimana awalnya, mungkin karna sering beli majalah n mikir lagi ‘mubazir kalo dibuang’, maka jadilah tulisan didalamnya di bongkar pasang. Majalah-majalahny nya di mutilasi! Serpihan-serpihan mutilasi tersebut kembali disatukan, pokoke tulisannya compang-camping.. Hahha. Jadi deh klipping (tulisannya salah ya?). Selain ngisi waktu luang, ngerjain hobby, plus hasilnya sesuai selera, bermanfaat =D.

Kegiatan ni dikerjain sejak lepas Sekolah Dasar menuju nuansa perkuliahan, bukan waktu yang sebentar pula untuk melakukan hobi “kurang kerjaan yang mengasyikkan”. Hingga saat dimana sisa-sisa majalah yang telah dimutilasi dan masih akan terus dijarah, serta ide yang telah mencapai ujung tanduk.. tapi masih aja gaya tetep semangat ngebolak-balikin halamannya, kali nemu something. ‘Gilirian yang ini nih yang bakal diperiksa, ada apa ya?’ (padahal udah seriiiing banget ngeliatnya). aq buka majalah A, yang berukuran kurang lebih A4. ‘Halaman ini.. nggak. Halaman yang ini.. juga nggak. Halaman ini.. #*$%&^!’. Trus ku buka majalah yang berukuran sama seperti buku tulis anak sekolah, kembali berusaha mencoba menemukan ide. Sampe di nyaris halaman kedua terakhir… ‘Wew..?! Ada sesuatu yang sungguh menarik perhatianku.

Background halamannya coklat keemasan. Di sebelah kiri atas, terdapat gambar sekelompok orang yang ingin mengajak kita untuk ikut dalam kegiatan mereka. Rada tengah kebawahnya penuh tulisan-tulisan tentang sedikit bocoran tema selanjutnya dari majalah tersebut. Dari tengah keatas didominasi gambar seorang apache yang menghadap kesamping(yang kaya kita tau, gambar apache selalu diambil dari samping) dengan mulut terbuka seperti ingin meneriakkan “Do what you know to be right” dengan sangat keras, diliat dari porsi ukuran tulisan yang nyaris memenuhi ruang tengah itu dan pun dengan huruf kapital. Masih ditengah, namun rada sedikit dibawah tulisan tersebut ada tulisan tentang salah satu stasion radio ternama.

Suka dengan kata-katanya. Kembali membuka halaman demi halaman mencoba mencari tau siapa pemilik kata-kata itu. Tapinya belum ketemu.. Siapakah gerangan disana yang telah membuat kalimat indah ini? Ku pake ya untuk ku? Please.. Dengan ato tanpa izinmu, tu kalimat udah kupake, hehhe. Boleh lah nanti aq dikasih tau siapa yang udah buat ini kalimat, and moga urusannya nggak dengan pihak yang berwajib yaa.. Peace!

Maka jadilah salah satu kalimat favoritku. Do what you know to be right. Lakukan apa saja yang bisa membuatmu menjadi baik.. :D

 
Leave a comment

Posted by on December 12, 2010 in semangat, Tulisan

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,009 other followers